TB
Tugas besar ini merancang
sebuah sistem kontrol dan monitoring ruang pengawetan buah durian pasca panen
menggunakan rangkaian sistem digital tanpa mikrokontroler. Sistem ini dibuat
untuk menjaga kondisi ruang penyimpanan agar buah durian tetap berada pada
kondisi yang sesuai, sehingga kualitas buah dapat dipertahankan lebih lama.
Rangkaian ini bekerja
dengan membaca beberapa kondisi ruangan, seperti suhu, kelembapan, kualitas
udara atau gas, intensitas cahaya, dan deteksi objek. Sensor-sensor tersebut
menghasilkan sinyal yang kemudian diproses oleh rangkaian analog dan digital,
seperti op-amp, ADC, komparator, counter, gerbang logika, transistor driver,
relay, dan output aktuator.
Sensor suhu digunakan untuk
mengetahui kondisi panas atau dinginnya ruang penyimpanan. Sensor kelembapan
digunakan untuk memantau kadar kelembapan udara. Sensor gas digunakan untuk
mendeteksi perubahan kualitas udara di sekitar buah. Sensor LDR digunakan untuk
membaca kondisi terang atau gelap ruangan. Sensor IR digunakan untuk mendeteksi
keberadaan atau pergerakan objek, misalnya buah atau box yang melewati area
sensor.
Output dari sistem ini
dapat berupa fan, heater, LED indikator, buzzer, motor, atau relay. Jika suhu
terlalu tinggi, maka fan atau pendingin dapat diaktifkan. Jika suhu terlalu
rendah, heater dapat diaktifkan. Jika sensor gas, cahaya, kelembapan, atau
objek mendeteksi kondisi tertentu, maka sistem akan memberikan respon melalui
indikator atau aktuator yang sesuai.
Tujuan dari tugas besar ini adalah sebagai
berikut:
1. Merancang sistem kontrol dan
monitoring ruang pengawetan buah durian pasca panen menggunakan rangkaian
sistem digital tanpa mikrokontroler.
2. Mempelajari cara kerja beberapa sensor
yang digunakan dalam sistem, yaitu sensor suhu, sensor kelembapan, sensor gas,
sensor LDR, dan sensor IR.
3. Memahami cara mengolah sinyal sensor
analog menjadi sinyal yang dapat diproses oleh rangkaian digital menggunakan
op-amp, komparator, dan ADC.
4. Memahami cara kerja rangkaian digital
seperti gerbang logika, counter, comparator, transistor driver, relay, dan
output aktuator dalam sistem kendali otomatis.
5. Mempelajari cara kerja output sistem, seperti fan, heater, LED indikator, buzzer, motor, atau relay berdasarkan kondisi yang terbaca oleh sensor.
6. Mampu mendesain dan menguji rangkaian kontrol pengawetan buah durian pasca panen menggunakan software Proteus.
A. ALAT
Instrument
1) DC Voltmeter
DC
Voltmeter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur besar tengangan pada suatu
komponen. Cara pemakaiannya adalah dengan memparalelkan kaki2 Voltmeter dengan
komponen yang akan diuji tegangannya.
Berikut adalah Spesifikasi
dan keterangan Probe DC Volemeter
Generator Daya
1) Baterai
Baterai
merupakan sebuah alat yang mengubah energi kimia yang tersimpan menjadi energi
listrik. Pada percobaan kali ini, baterai berfungsi sebagai sumber daya atau.
Spesifikasi dan Pinout
Baterai
- Input voltage: ac 100~240v / dc
10~30v
- Output voltage: dc 1~35v
- Max. Input current: dc 14a
- Charging current: 0.1~10a
- Discharging current: 0.1~1.0a
- Balance current: 1.5a/cell max
- Max. Discharging power: 15w
- Max. Charging power: ac 100w / dc
250w
- Jenis batre yg didukung: life,
lilon, lipo 1~6s, lihv 1-6s, pb 1-12s, nimh, cd 1-16s
- Ukuran: 126x115x49mm
- Berat: 460gr
2) Power Suply
Berfungsi sebagai sumber
daya bagi sensor ataupun rangkaian.
Spesifikasi :
· Input voltage: 5V-12V
· Output voltage: 5V
· Output Current: MAX 3A
· Output power:15W
· conversion efficiency: 96%
B. BAHAN
1) Resistor
Resistor
adalah komponen Elektronika Pasif yang memiliki nilai resistansi atau hambatan
tertentu yang berfungsi untuk membatasi dan mengatur arus listrik dalam suatu
rangkaian Elektronika (V=I R).
Cara menghitung nilai
resistor:
Tabel
warna
Contoh :
Gelang ke 1 : Coklat = 1
Gelang ke 2 : Hitam = 0
Gelang ke 3 : Hijau
= 5 nol dibelakang angka gelang ke-2; atau kalikan 105
Gelang ke 4 : Perak =
Toleransi 10%
Maka nilai resistor
tersebut adalah 10 * 105 = 1.000.000 Ohm atau 1 MOhm dengan toleransi 10%.
Spesifikasi
2) Dioda
Spesifikasi
Untuk
menghantarkan arus listrik ke satu arah tetapi menghambat arus listrik dari
arah sebaliknya. Oleh karena itu, Dioda sering dipergunakan sebagai penyearah
dalam Rangkaian Elektronika. Dioda pada umumnya mempunyai 2 Elektroda
(terminal) yaitu Anoda (+) dan Katoda (-) dan memiliki prinsip kerja yang
berdasarkan teknologi pertemuan p-n semikonduktor yaitu dapat mengalirkan arus
dari sisi tipe-p (Anoda) menuju ke sisi tipe-n (Katoda) tetapi tidak dapat
mengalirkan arus ke arah sebaliknya.
3) Transistor
Merupakan
transistor tipe NPN yang digunakan untuk switching agar mengaktifkan kontak
relay dan relay tersebut akan memberikan kontak pada motor DC dan output
lainnya.
Spesifikasi:
·
Bi-Polar Transistor
·
DC Current Gain (hFE) is
800 maximum
·
Continuous Collector
current (IC) is 100mA
·
Emitter Base Voltage (VBE)
is > 0.6V
·
Base Current(IB) is 5mA
maximum
4) Op Amp - LM741
Op-Amp
adalah salah satu dari bentuk IC Linear yang berfungsi sebagai Penguat Sinyal
listrik. Sebuah Op-Amp terdiri dari beberapa Transistor, Dioda, Resistor dan
Kapasitor yang terinterkoneksi dan terintegrasi sehingga memungkinkannya untuk
menghasilkan Gain (penguatan) yang tinggi pada rentang frekuensi yang luas.
Dalam bahasa Indonesia, Op-Amp atau Operational Amplifier sering disebut juga
dengan Penguat Operasional.
Konfigurasi PIN LM741:
Spesifikasi:
Komponen Input
1) Switch atau Button
Switch
adalah suatu komponen jaringan komputer yang berfungsi untuk menghubungkan
beberapa perangkat untuk meneruskan data ke perangkat yang dituju.
Pinout:
Spesifikasi:
2) Sensor Kelembaban
HIH-5030
Sensor
yang dapat mengukur dua parameter lingkungan sekaligus, yakni suhu dan
kelembaban udara (humidity). Dalam sensor ini terdapat sebuah thermistor tipe
NTC (Negative Temperature Coefficient) untuk mengukur suhu, sebuah sensor
kelembaban tipe resisitif dan sebuah mikrokontroller 8-bit yang mengolah kedua
sensor tersebut dan mengirim hasilnya ke pin output dengan format single-wire
bi-directional (kabel tunggal dua arah).
Spesifikasi :
Pinout:
Grafik Respons Sensor:
3) Sensor LM35
komponen
elektronika yang memiliki fungsi untuk mengubah besaran suhu menjadi besaran
listrik dalam bentuk tegangan
Karakteristik Sensor suhu
IC LM35 adalah :
- Memiliki sensitivitas suhu, dengan
faktor skala linier antara tegangan dan suhu 10 mVolt/ºC, sehingga dapat
dikalibrasi langsung dalam celcius.
- Memiliki ketepatan atau akurasi
kalibrasi yaitu 0,5ºC pada suhu 25 ºC seperti terlihat pada gambar
2.2.
- Memiliki jangkauan maksimal
operasi suhu antara -55 ºC sampai +150 ºC.
- Bekerja pada tegangan 4 sampai 30
volt.
- Memiliki arus rendah yaitu kurang
dari 60 µA.
- Memiliki pemanasan sendiri yang
rendah (low-heating) yaitu kurang dari 0,1 ºC pada udara diam.
- Memiliki impedansi keluaran yang
rendah yaitu 0,1 W untuk beban 1 mA.
- Memiliki ketidaklinieran hanya
sekitar ± ¼ ºC.
4) Logicstate
Gerbang
Logika (Logic Gates) adalah sebuah entitas untuk melakukan pengolahan input-input
yang berupa bilangan biner (hanya terdapat 2 kode bilangan biner yaitu, angka 1
dan 0) dengan menggunakan Teori Matematika Boolean sehingga dihasilkan sebuah
sinyal output yang dapat digunakan untuk proses berikutnya.
Pinout:
5) Sensor MQ-2
Sensor
MQ 2 merupakan sensor yang bisa mendeteksi LPG, butane, propane, methane,
alcohol, Hydrogen, smoke.
Tegangan kerja (Vcc) : 5V
Lingkungan kerja :
· suhu : 20℃±2℃
· Kelembaban udara: 65%±5%
Range konsentrasi gas yang
dapat diukur:
· LPG dan propana : 200ppm-5000ppm
· butana : 300ppm-5000ppm
· metana : 5000ppm-20000ppm
· Hidrogen : 300ppm-5000ppm
· Alkohol : 100ppm-2000ppm
Grafik
Respon Sensor MQ-2
Komponen Output
1) LED
Pinout
Tegangan LED menurut warna yang dihasilkan:
·
Infra merah : 1,6 V.
·
Merah : 1,8 V – 2,1 V.
·
Oranye : 2,2 V.
·
Kuning : 2,4 V.
·
Hijau : 2,6 V.
·
Biru : 3,0 V – 3,5 V.
·
Putih : 3,0 – 3,6 V.
·
Ultraviolet : 3,5 V.
2) Relay
Spesifikasi
Relay
umumnya adalah tegangan input 5 VDC, 12 VDC atau 48 VDC. Untuk common dan NO NC
umumnya 220 vac dengan arus kerja 10 A.
·
Konfigurasi pin Relay
dihubungkan ke 5V
·
GND dihubungkan ke GND
·
IN1/Data dihubungkan ke pin
2
Pinout
3) Motor
Motor
Listrik DC atau DC Motor adalah suatu perangkat yang mengubah energi listrik
menjadi energi kinetik atau gerakan (motion). Motor DC ini juga dapat disebut
sebagai Motor Arus Searah. Seperti namanya, DC Motor memiliki dua terminal dan
memerlukan tegangan arus searah atau DC (Direct Current) untuk dapat
menggerakannya. Motor Listrik DC ini biasanya digunakan pada
perangkat-perangkat Elektronik dan listrik yang menggunakan sumber listrik DC
seperti Vibrator Ponsel, Kipas DC dan Bor Listrik DC.
Spesifikasi:
Pinout:
Grafik Respons:
4) Ground
Sistem
ground yang merupakan sebuah titik referensi tegangan yang memiliki nilai
“nol”. Titik “nol” pada listrik AC & DC Untuk rangkaian DC, ground
merupakan jalur kabel listrik yang berhubungan dengan kutub negatif (-) dari
baterai/accu. Atau dengan kata lain ground ini digunakan untuk meniadakan beda
potensial dengan mengalirkan arus sisa dari kebocoran tegangan atau arus pada
rangkaian.
1) Resistor
Simbol :
Resistor
adalah komponen Elektronika Pasif yang memiliki nilai resistansi atau hambatan
tertentu yang berfungsi untuk membatasi dan mengatur arus listrik dalam suatu
rangkaian Elektronika (V=I R).
Jenis
Resistor yang digunakan disini adalah Fixed Resistor, dimana merupakan resistor
dengan nilai tetap terdiri dari film tipis karbon yang diendapkan subtrat
isolator kemudian dipotong berbentuk spiral. Keuntungan jenis fixed resistor
ini dapat menghasilkan resistor dengan toleransi yang lebih rendah.
Cara menghitung nilai
resistor:
Tabel warna:
Contoh :
Gelang ke 1 : Coklat = 1
Gelang ke 2 : Hitam = 0
Gelang ke 3 : Hijau
= 5 nol dibelakang angka gelang ke-2; atau kalikan 105
Gelang ke 4 : Perak =
Toleransi 10%
Maka nilai resistor
tersebut adalah 10 * 105 = 1.000.000 Ohm atau 1 MOhm dengan toleransi 10%.
2) Dioda
Spesifikasi:
Dioda
adalah komponen yang terbuat dari bahan semikonduktor dan mempunyai fungsi
untuk menghantarkan arus listrik ke satu arah tetapi menghambat arus listrik
dari arah sebaliknya. Sebuah Dioda dibuat dengan menggabungkan dua bahan
semi-konduktor tipe-P dan semi-konduktor tipe-N. Ketika dua bahan ini
digabungkan, terbentuk lapisan kecil lain di antaranya yang disebut depletion
layer. Ini karena lapisan tipe-P memiliki hole berlebih dan lapisan tipe-N
memiliki elektron berlebih dan keduanya mencoba berdifusi satu sama lain
membentuk penghambat resistansi tinggi antara kedua bahan seperti pada gambar
di bawah ini. Lapisan penyumbatan ini disebut depletion layer.
Ketika tegangan positif diterapkan ke
Anoda dan tegangan negatif diterapkan ke Katoda, dioda dikatakan dalam kondisi
bias maju. Selama keadaan ini tegangan positif akan memompa lebih banyak hole
ke daerah tipe-P dan tegangan negatif akan memompa lebih banyak elektron ke
daerah tipe-N yang menyebabkan depletion layer hilang sehingga arus mengalir
dari Anoda ke Katoda. Tegangan minimum yang diperlukan untuk membuat dioda bias
maju disebut forward breakdown voltage.
Jika
tegangan negatif diterapkan ke anoda dan tegangan positif diterapkan ke katoda,
dioda dikatakan dalam kondisi bias terbalik. Selama keadaan ini tegangan
negatif akan memompa lebih banyak elektron ke material tipe-P dan material
tipe-N akan mendapatkan lebih banyak hole dari tegangan positif yang membuat
depletion layer lebih besar dan dengan demikian tidak memungkinkan arus
mengalir melaluinya. Kondisi ini hanya terjadi pada dioda yang ideal,
kenyataannya arus yang kecil tetap dapat mengalir pada bias terbalik dioda.
Dioda dapat dibagi menjadi beberapa jenis:
1.
Dioda
Penyearah (Dioda Biasa atau Dioda Bridge) yang berfungsi sebagai penyearah arus
AC ke arus DC.
2.
Dioda
Zener yang berfungsi sebagai pengaman rangkaian dan juga sebagai penstabil
tegangan.
3.
Dioda
LED yang berfungsi sebagai lampu Indikator ataupun lampu penerangan.
4.
Dioda
Photo yang berfungsi sebagai sensor cahaya.
5.
Dioda
Schottky yang berfungsi sebagai Pengendali.
Untuk menentukan arus
zenner berlaku persamaan:
Keterangan:
Pada
grafik terlihat bahwa pada tegangan dibawah ambang batas tegangan mundur
(reverse) sebuah dioda akan tembus (menghantar) dan tidak bisa menahan lagi.
Batas ini disebut dengan area tegangan breakdown dioda. Kondisi dioda pada area
ini adalah tembus atau menghantar dan tidak menghambat. Kemudian pada level
tegangan diantara tegangan breakdown dan tegangan forward terdapat area
tegangan reverse dan tegangan cut off. Pada area ini kondisi dioda adalah
menahan atau tidak mengalirkan arus listrik.
3) Transistor
Transistor
adalah sebuah komponen di dalam elektronika yang diciptakan dari bahan-bahan
semikonduktor dan memiliki tiga buah kaki. Masing-masing kaki disebut sebagai
basis, kolektor, dan emitor.
1. Emitor (E) memiliki fungsi untuk
menghasilkan elektron atau muatan negatif.
2. Kolektor (C) berperan sebagai saluran
bagi muatan negatif untuk keluar dari dalam transistor.
3. Basis (B) berguna untuk mengatur arah
gerak muatan negatif yang keluar dari transistor melalui kolektor.
Berfungsi sebagai penguat, sebagai
sirkuit pemutus dan penyambung arus (switching), stabilisasi tegangan, dan
modulasi sinyal. Selain itu, transistor biasanya juga dapat digunakan
sebagai saklar dalam rangkaian elektronika. Jika ada arus yang cukup besar di
kaki basis, transistor akan mencapai titik jenuh. Pada titik jenuh ini
transistor mengalirkan arus secara maksimum dari kolektor ke emitor sehingga
transistor seolah-olah short pada hubungan kolektor-emitor. Jika arus base
sangat kecil maka kolektor dan emitor bagaikan saklar yang terbuka. Pada
kondisi ini transistor dalam keadaan cut off sehingga tidak ada arus dari
kolektor ke emitor.
Rumus-rumus transistor:
Spesifikasi:
·
Bi-Polar Transistor
·
DC Current Gain (hFE) is
800 maximum
·
Continuous Collector
current (IC) is 100mA
·
Emitter Base Voltage (VBE)
is > 0.6V
·
Base Current(IB) is 5mA
maximum
Konfigurasi
Transistor
Konfigurasi
Common Base adalah konfigurasi yang kaki Basis-nya di-ground-kan dan digunakan
bersama untuk INPUT maupun OUTPUT. Pada Konfigurasi Common Base, sinyal
INPUT dimasukan ke Emitor dan sinyal OUTPUT-nya diambil dari Kolektor,
sedangkan kaki Basis-nya di-ground-kan. Oleh karena itu, Common Base juga sering
disebut dengan istilah “Grounded Base”. Konfigurasi Common Base ini
menghasilkan Penguatan Tegangan antara sinyal INPUT dan sinyal OUTPUT namun
tidak menghasilkan penguatan pada arus.
Konfigurasi Common Collector (CC) atau Kolektor Bersama
memiliki sifat dan fungsi yang berlawan dengan Common Base (Basis Bersama).
Kalau pada Common Base menghasilkan penguatan Tegangan tanpa memperkuat Arus,
maka Common Collector ini memiliki fungsi yang dapat menghasilkan
Penguatan Arus namun tidak menghasilkan penguatan Tegangan. Pada
Konfigurasi Common Collector, Input diumpankan ke Basis Transistor sedangkan
Outputnya diperoleh dari Emitor Transistor sedangkan Kolektor-nya di-ground-kan
dan digunakan bersama untuk INPUT maupun OUTPUT. Konfigurasi Kolektor bersama
(Common Collector) ini sering disebut juga dengan Pengikut Emitor (Emitter
Follower) karena tegangan sinyal Output pada Emitor hampir sama dengan tegangan
Input Basis.
Konfigurasi
Common Emitter (CE) atau Emitor Bersama merupakan Konfigurasi Transistor yang paling
sering digunakan, terutama pada penguat yang membutuhkan penguatan Tegangan dan
Arus secara bersamaan. Hal ini dikarenakan Konfigurasi Transistor dengan Common
Emitter ini menghasilkan penguatan Tegangan dan Arus antara sinyal Input dan
sinyal Output. Common Emitter adalah konfigurasi Transistor dimana kaki Emitor
Transistor di-ground-kan dan dipergunakan bersama untuk INPUT dan OUTPUT. Pada
Konfigurasi Common Emitter ini, sinyal INPUT dimasukan ke Basis dan sinyal
OUTPUT-nya diperoleh dari kaki Kolektor.
4) Sensor LM35
Sensor suhu IC LM 35 merupkan chip IC produksi Natioanal Semiconductor yang berfungsi untuk mengetahui temperature suatu objek atau ruangan dalam bentuk besaran elektrik, atau dapat juga di definisikan sebagai komponen elektronika yang berfungsi untuk mengubah perubahan temperature yang diterima dalam perubahan besaran elektrik. Sensor suhu IC LM35 dapat mengubah perubahan temperature menjadi perubahan tegangan pada bagian outputnya. Sensor suhu IC LM35 membutuhkan sumber tegangan DC +5 volt dan konsumsi arus DC sebesar 60 µA dalam beroperasi. Bentuk fisik sensor suhu LM 35 merupakan chip IC dengan kemasan yang berfariasi, pada umumnya kemasan sensor suhu LM35 adalah kemasan TO-92 seperti terlihat pada gambar dibawah.
Dari
gambar diatas dapat diketahui bahwa sensor suhu IC LM35 pada dasarnya memiliki
3 pin yang berfungsi sebagai sumber supply tegangan DC +5 volt, sebagai pin
output hasil penginderaan dalam bentuk perubahan tegangan DC pada Vout dan pin
untuk Ground.
Karakteristik Sensor suhu
IC LM35 adalah :
- Memiliki sensitivitas suhu, dengan
faktor skala linier antara tegangan dan suhu 10 mVolt/ºC, sehingga dapat
dikalibrasi langsung dalam celcius.
- Memiliki ketepatan atau akurasi
kalibrasi yaitu 0,5ºC pada suhu 25 ºC seperti terlihat pada gambar
2.2.
- Memiliki jangkauan maksimal
operasi suhu antara -55 ºC sampai +150 ºC.
- Bekerja pada tegangan 4 sampai 30
volt.
- Memiliki arus rendah yaitu kurang
dari 60 µA.
- Memiliki pemanasan sendiri yang
rendah (low-heating) yaitu kurang dari 0,1 ºC pada udara diam.
- Memiliki impedansi keluaran yang
rendah yaitu 0,1 W untuk beban 1 mA.
- Memiliki ketidaklinieran hanya
sekitar ± ¼ ºC.
Sensor
suhu IC LM35 memiliki keakuratan tinggi dan mudah dalam perancangan jika
dibandingkan dengan sensor suhu yang lain, sensor suhu LM35 juga mempunyai
keluaran impedansi yang rendah dan linieritas yang tinggi sehingga dapat dengan
mudah dihubungkan dengan rangkaian kontrol khusus serta tidak memerlukan seting
tambahan karena output dari sensor suhu LM35 memiliki karakter yang linier
dengan perubahan 10mV/°C. Sensor suhu LM35 memiliki jangkauan pengukuran -55ºC
hingga +150ºC dengan akurasi ±0.5ºC.
Tegangan output sensor suhu
IC LM35 dapat diformulasikan sebagai berikut :
Vout
LM35 = Temperature º x 10 mV
Sensor suhu IC LM 35
terdapat dalam beberapa varian sebagai berikut :
- LM35, LM35A memiliki range
pengukuran temperature -55ºC hingga +150ºC.
- LM35C, LM35CA memiliki range
pengukuran temperature -40ºC hingga +110ºC.
- LM35D memiliki range pengukuran
temperature 0ºC hingga +100ºC. LM35
Kelebihan dari sensor suhu
IC LM35 antara lain :
- Rentang suhu yang jauh, antara -55
sampai +150ºC
- Low self-heating, sebesar 0.08
ºC
- Beroperasi pada tegangan 4 sampai
30 V
- Rangkaian menjadi sederhana
- Tidak memerlukan pengkondisian
sinyal
Berikut grafik kinerja
sensor LM35.
Untuk lebih lengkap nya dapat dilihat pada datasheet yang ada di link download datasheet lm35
5) Sensor PIR
Sensor
PIR merupakan sensor yang dapat mendeteksi pergerakan, dalam hal ini sensor PIR
banyak digunakan untuk mengetahui apakah ada pergerakan manusia dalam daerah
yang mampu dijangkau oleh sensor PIR. Sensor ini memiliki ukuran yang kecil,
murah, hanya membutuhkan daya yang kecil, dan mudah untuk digunakan. Oleh
sebab itu, sensor ini banyak digunakan pada skala rumah maupun bisnis. Sensor
PIR ini sendiri merupakan kependekan dari “Passive InfraRed” sensor.
Pada
umumnya sensor PIR dibuat dengan sebuah sensor pyroelectric
sensor (seperti yang terlihat pada gambar disamping) yang dapat
mendeteksi tingkat radiasi infrared. Segala sesuatu mengeluarkan radiasi dalam
jumlah sedikit, tapi semakin panas benda/mahluk tersebut maka tingkat radiasi
yang dikeluarkan akan semakin besar. Sensor ini dibagi menjadi dua bagian agar
dapat mendeteksi pergerakan bukan rata-rata
dari tingkat infrared. Dua bagian ini terhubung satu sama lain sehingga jika
keduanya mendeteksi tingkat infrared yang sama maka kondisinya akan LOW namun
jika kedua bagian ini mendeteksi tingkat infrared yang berbeda (terdapat
pergerakan) maka akan memiliki output HIGH dan LOW secara bergantian.
Inilah
mengapa sensor PIR dapat mendeteksi pergerakan manusia yang masuk pada
jangkauan sensor PIR, hal ini disebabkan manusia memiliki panas tubuh sehingga
mengeluarkan radiasi infrared seperti yang ditunjukkan pada gambar disamping.
Gambar berikut menunjukkan
bagian-bagian dari sensor PIR yang perlu untuk diketahui
- Pengatur
Waktu Jeda :
Digunakan untuk mengatur lama pulsa high setelah terdeteksi terjadi
gerakan dan gerakan telah berahir. *
- Pengatur
Sensitivitas : Pengatur tingkat sensitivitas sensor PIR *
- Regulator
3VDC :
Penstabil tegangan menjadi 3V DC
- Dioda
Pengaman :
Mengamankan sensor jika terjadi salah pengkabelan VCC dengan GND
- DC
Power :
Input tegangan dengan range (3 – 12) VDC (direkekomendasikan menggunakan
input 5VDC).
- Output
Digital :
Output digital sensor
- Ground :
Hubungkan dengan ground (GND)
- BISS0001 : IC
Sensor PIR
- Pengatur
Jumper :
Untuk mengatur output dari pin digital.
(*)
Catatan: Pin nomor 1 dan 2 digunakan untuk
melakukan kalibrasi sensor PIR dengan mengatur posisi potentiometer pada
posisi label MIN atau MAX.
Sensor PIR sangat cocok digunakan pada projek-projek yang
membutuhkan deteksi kapan seseorang memasuki atau meninggalkan are tertentu.
Hal ini karena sensor PIR membutuhkan daya yang rendah, murah, memiliki
jangkauan yang luas, dan mudah digunakan dengan berbagai sistem kontrol.
Catatan: Sensor
PIR tidak dapat digunakan untuk mengetahui berapa orang yang berada pada
jangkauan sensor atau seberapa dekat objek dengan sensor dan sensor PIR juga
dapat dipengaruhi oleh binatang peliharaan.
Setiap sensor PIR memiliki spesifikasi dan kriteria yang
berbeda-beda namun hampir kebanyakan dari sensor PIR memiliki spesifikasi yang
mirip (Direkomendasikan untuk mengacu pada datasheet).
Berikut spesifikasi sensor PIR pada umumnya.
- Bentuk : Persegi
- Output : Pulsa
digital HIGH (3V) ketika mendeteksi pergerakan dan LOW ketika tidak ada
pergerakan.
- Rentang
Sensitivitas : Sampai dengan 6 meter sebagaimana gambar berikut
- Power Supply :
5V-12V (direkomendasikan 5VDC).
Berikut grafik kinerja
sensor PIR
Berikut datasheet kinerja
PIR
Untuk lebih detail bisa dilihat pada datasheet di link download dibawah
6) HIH-5030
Seri
HIH-5030/5031 mencakup sensor kelembaban sirkuit terintegrasi, SMD, 1000 unit
pada tape dan reel.Sensor Kelembaban Tegangan Rendah Seri HIH-5030/5031
beroperasi hingga 2,7 V, seringkali ideal dalam sistem bertenaga baterai di
mana suplai adalah nominal 3 V. Sensor Kelembaban Seri HIH-5030/5031 dirancang khusus
untuk pengguna OEM (Original Equipment Manufacturer) volume tinggi. Input
langsung ke pengontrol atau perangkat lain dimungkinkan oleh output tegangan
linier dekat sensor ini. Dengan tarikan arus tipikal hanya 200 µA, Seri
HIH-5030/5031 sering kali cocok untuk sistem yang dioperasikan dengan baterai
dengan pengurasan rendah. Kemampuan saling tukar sensor yang ketat mengurangi
atau meniadakan biaya kalibrasi produksi OEM. Seri HIH-5030/5031 memberikan
kinerja penginderaan RH (Relative Humidity) berkualitas instrumentasi dalam SMD
dengan harga kompetitif dan dapat disolder. HIH-5030 adalah sensor kelembaban
sirkuit terintegrasi tertutup. HIH-5031 adalah sensor kelembaban sirkuit yang
tertutup, tahan kondensasi, dan terintegrasi yang dipasang di pabrik dengan
filter hidrofobik yang memungkinkannya digunakan di lingkungan kondensasi
termasuk aplikasi industri, medis dan komersial. Sensor RH menggunakan elemen
penginderaan kapasitif polimer termoset yang dipangkas laser dengan
pengkondisian sinyal terintegrasi pada chip. Konstruksi multilayer elemen
penginderaan memberikan ketahanan yang sangat baik terhadap sebagian besar
bahaya aplikasi seperti kondensasi, debu, kotoran, minyak, dan bahan kimia
lingkungan umum.
Fitur/Kelebihan
Sensor HIH-5030
·
Beroperasi hingga 2,7 V,
ideal dalam sistem tenaga baterai dengan tegangan 3 V
·
Didesain dengan daya rendah
·
Akurasi ditingkatkan
·
Waktu respon yang cepat
·
Stabil, dengan penyimpangan
yang rendah
·
Tahan dengan zat kimia
Simbol sensor HIH 5030
7) LM741
LM741
adalah salah satu IC (Integrated Circuit) Op-Amp (Operational Amplifier) yang
memiliki 8 pin. IC Op-Amp ini terdapat 2 jenis bentuk, yaitu tabung (lingkaran)
dan kotak (persegi), tetapi yang umum adalah yang berbentuk persegi. Op-Amp
banyak digunakan dalam sistem analog komputer, penguat video/gambar, penguat
audio, osilator, detector dan lainnya. LM741 biasanya bekerja pada tegangan
positif/negatif 12 volt, dibawah itu IC tidak akan bekerja. Setiap
pin/kaki-kaki pada IC LM741 mempunya fungsi yang berbeda-beda, keterangan
pin/kaki-kaki LM741 dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Op-Amp
adalah salah satu dari bentuk IC Linear yang berfungsi sebagai Penguat Sinyal
listrik. Sebuah Op-Amp terdiri dari beberapa Transistor, Dioda, Resistor dan
Kapasitor yang terinterkoneksi dan terintegrasi sehingga memungkinkannya untuk
menghasilkan Gain (penguatan) yang tinggi pada rentang frekuensi yang luas.
Dalam bahasa Indonesia, Op-Amp atau Operational Amplifier sering disebut juga
dengan Penguat Operasional.
Karakteristik penguat ideal
adalah:
·
Gain sangat besar (AOL
>>). Penguatan open loop adalah sangat besar karena feedback-nya tidak
ada atau RF = tak terhingga, serta pada rentang frekuensi yang luas.
·
Impedansi input sangat
besar (Zi >>). Impedansi input adalah sangat besar sehingga arus input ke
rangkaian dalam op-amp sangat kecil sehingga tegangan input sepenuhnya dapat
dikuatkan.
·
Impedansi output sangat
kecil (Zo <<).
Konfigurasi PIN LM741:
Spesifikasi:
Respons karakteristik kurva
I-O:
Op-Amp
LM741 dapat membuat beberapa fungsi rangkaian seperti gambar berikut.
Macam-macam rangkaian yang
dapat dibentuk LM741
·
Detektor Penyilang Nol:
mendeteksi tegangan-tegangan di atas nol
·
Detektor Taraf Tegangan
(positif dan negatif): mendeteksi tegangan-tegangan acuan pada tegangan positif
maupun negatif yang sudah kita tentukan.
·
Penguat (Buffer):
memperkuat amplitudo pada pulsa output nya.
·
Penguat 2 Tingkat: seperti
rangkaian Buffer, tetapi mengalami 2 kali penguatan.
·
Pembangkit Isyarat: untuk
membangkitkan pulsa
·
Rangkaian Diverensial:
untuk pengukuran pengendalian instrumentasi dan penguat sinyal-sinyal yang
sangat lemah.
·
Rangkaian Instrumentasi:
untuk memperbaiki penguat differensial.
Berikut ditampilkan grafik
frekuensi dan resistansi output lm741.
Karakteristik elektrik:
Untuk lebih jelasnya lagi
silahkan download pada link download dibawah
7) Sensor MQ-2
Sensor
MQ-2 adalah sensor yang digunakan untuk mendeteksi gas LPG, i-butana, propana,
metana, alkohol, hidrogen dan asap. Kata datasheet, inti dari MQ-2 adalah
material yang sensitif terhadap konsentrasi gas yang tersusun dari senyawa SnO2
atau dalam istilah kita disebut Timah (IV) Oksida. Material ini memiliki
karakteristik akan berubah konduktivitasnya seiring dengan perubahan
konsentrasi gas di sekitarnya.
Gambar rangkaian:
1. Sistem pengatur kelembapan dan gas dalam ruangan pengawetan
Cara Kerja Rangkaian
Rangkaian ini bekerja
untuk memantau kondisi ruang penyimpanan anggur pasca
panen berdasarkan dua parameter utama, yaitu gas berbahaya dari anggur dan kelembapan
ruangan.
Pertama, sensor gas
MQ-2 membaca kadar gas di dalam ruang pengawetan. Gas ini dapat berasal
dari proses pematangan, fermentasi, atau pembusukan durian. Sinyal keluaran
sensor MQ-2 berupa tegangan analog. Tegangan ini masuk ke
rangkaian voltage buffer menggunakan IC 741, sehingga sinyal sensor
menjadi lebih stabil dan tidak terbebani oleh rangkaian berikutnya.
Kedua, sensor
kelembapan HIH-5030 membaca tingkat kelembapan udara di dalam ruangan.
Semakin tinggi kelembapan, semakin besar tegangan keluarannya. Tegangan dari
sensor kelembapan kemudian dibandingkan dengan tegangan referensi
dari potensiometer RV3 menggunakan komparator non-inverting IC
741. Jika tegangan sensor lebih besar dari tegangan referensi, maka output
komparator menjadi logika 1, artinya kelembapan ruangan terlalu tinggi.
Setelah itu, sinyal dari
sensor gas dan sensor kelembapan masuk ke IC 74LS283 sebagai full adder.
Pada rangkaian ini, full adder digunakan untuk menjumlahkan kondisi logika dari
sensor dan menghasilkan kode digital tertentu.
Kode keluaran dari full adder kemudian
dikirim ke IC 74LS47, yaitu IC decoder BCD ke 7-segment. IC ini mengubah
kode digital menjadi tampilan angka pada 7-segment display.
2. Sistem mendeteksi box kecil anggur
yang masuk ke box
Cara Kerja Rangkaian
Rangkaian ini berfungsi
untuk menghitung jumlah box kecil anggur yang masuk ke dalam box
penyimpanan.
Saat durian melewati
sensor IR obstacle sensor, cahaya inframerah akan terhalang atau terpantul
oleh box kecil anggur. Kondisi ini membuat output sensor IR berubah menjadi
sinyal digital HIGH/LOW.
Sinyal dari sensor IR
kemudian masuk ke IC 74LS90 sebagai counter/pencacah. Setiap kali satu box
kecil anggur melewati sensor, counter
akan bertambah satu hitungan.
Output dari counter 74LS90 berupa data biner,
misalnya:
|
Jumlah
Box Kecil Anggur |
Data
Biner |
|
0 |
0000 |
|
1 |
0001 |
|
2 |
0010 |
|
3 |
0011 |
|
4 |
0100 |
|
5 |
0101 |
|
6 |
0110 |
|
7 |
0111 |
|
8 |
1000 |
|
9 |
1001 |
Data biner dari counter
masuk ke IC 74LS47. IC 74LS47 berfungsi sebagai decoder BCD ke
7-segment, yaitu mengubah data biner dari counter menjadi angka yang dapat
ditampilkan pada seven segment.
Jadi, seven segment akan
menampilkan jumlah durian yang sudah masuk ke dalam box.
Fungsi Gerbang AND 74LS08
IC 74LS08 digunakan
sebagai pendeteksi batas jumlah durian dalam box. Ketika jumlah durian sudah
mencapai batas tertentu, kombinasi output dari counter akan membuat output
gerbang AND menjadi 1. Output ini masuk ke resistor R17, lalu
mengaktifkan transistor 2N2222.
Saat transistor aktif, arus
mengalir ke LED D4, sehingga LED menyala sebagai tanda bahwa box
sudah penuh.
3.
Sistem Kontrol Intensitas Cahaya Ruang Pengawetan Buah
Cara Kerja Rangkaian
Rangkaian ini berfungsi
untuk mengatur tirai/penutup cahaya secara otomatis berdasarkan
intensitas cahaya di ruang pengawetan durian. Sensor utama yang digunakan
adalah LDR. LDR akan membaca terang atau gelapnya ruangan. Nilai hambatan
LDR berubah sesuai cahaya. Saat cahaya terang, tegangan keluaran LDR naik. Saat
cahaya gelap, tegangan keluaran LDR turun. Sinyal dari LDR masuk ke op-amp
LM358 sebagai voltage buffer. Buffer berfungsi untuk menstabilkan sinyal dari
LDR agar tidak mudah terganggu oleh rangkaian berikutnya.
Setelah itu, sinyal masuk ke dua komparator:
|
Kondisi
Tegangan LDR |
Kondisi
Ruangan |
Aksi
Sistem |
|
Vout < 1.5 V |
Ruangan terlalu gelap |
Tirai membuka |
|
1.5 V – 2.5 V |
Cahaya normal |
Motor diam |
|
Vout > 2.5 V |
Ruangan terlalu terang |
Tirai menutup |
Pada bagian komparator
pertama, tegangan LDR dibandingkan dengan referensi sekitar 1.5
V dari potensiometer RV2. Jika tegangan LDR lebih kecil dari 1.5 V,
output komparator menjadi aktif. Sinyal ini mengaktifkan
transistor 2N2222, lalu relay bekerja dan motor tirai bergerak
untuk membuka tirai.
Pada bagian komparator
kedua, tegangan LDR dibandingkan dengan referensi sekitar 2.5 V dari
potensiometer RV1. Jika tegangan LDR lebih besar dari 2.5 V, output
komparator aktif. Transistor 2N2222 menyala, relay bekerja, dan motor
tirai bergerak untuk menutup tirai.
Jika tegangan berada di
antara 1.5 V sampai 2.5 V, kedua komparator tidak memerintahkan perubahan
besar, sehingga motor dalam kondisi diam. Artinya, cahaya ruangan sudah cukup
normal.
Fungsi Komponen Penting
·
LDR
berfungsi sebagai sensor cahaya.
·
LM358
digunakan sebagai buffer dan komparator.
·
Potensiometer
RV1 dan RV2 digunakan untuk mengatur batas cahaya minimum dan maksimum.
·
Transistor
2N2222 bekerja sebagai saklar untuk mengaktifkan relay.
·
Relay
digunakan untuk menghubungkan motor tirai dengan sumber 12 V.
·
Dioda
D3 dan D6 berfungsi sebagai pelindung transistor dari tegangan balik relay.
4. Sistem pengawetan suhu dalam ruangan pengawetan
Cara Kerja Rangkaian
Rangkaian ini berfungsi
untuk menjaga suhu ruang pengawetan anggur agar tetap stabil, yaitu tidak
terlalu dingin dan tidak terlalu panas.
Sensor yang digunakan adalah LM35.
Sensor LM35 membaca suhu ruangan dan menghasilkan tegangan analog. Besarnya
tegangan keluaran LM35 sebanding dengan suhu, yaitu sekitar 10 mV/°C.
Contohnya:
|
Suhu |
Tegangan
LM35 |
|
4°C |
0,04
V |
|
8°C |
0,08
V |
Karena tegangan LM35 masih
kecil, sinyal diperkuat oleh op-amp non-inverting amplifier. Pada
rangkaian ini penguatannya sekitar 6 kali, sehingga sinyal suhu menjadi
lebih besar dan lebih mudah dibaca oleh rangkaian digital.
Setelah diperkuat, sinyal
analog masuk ke ADC0804. ADC0804 berfungsi mengubah sinyal analog dari
sensor suhu menjadi data digital 8-bit. Data digital ini kemudian dikirim ke
IC 74LS85.
IC 74LS85 bekerja
sebagai magnitude comparator, yaitu pembanding data digital. Pada
rangkaian ini, 74LS85 membandingkan suhu hasil pembacaan sensor dengan dua
batas suhu:
|
Kondisi Suhu |
Keadaan Sistem |
|
Suhu
< 4°C |
Heater
menyala |
|
4°C
– 8°C |
Kondisi
normal, fan dan heater mati |
|
Suhu
> 8°C |
Fan
menyala |
Jika suhu terlalu rendah,
output comparator mengaktifkan transistor BC547. Transistor kemudian
menyalakan relay, lalu relay menghubungkan sumber 12 V ke heater. Heater
menyala untuk menaikkan suhu ruangan.
Jika suhu terlalu tinggi,
comparator mengaktifkan transistor lain. Transistor menyalakan relay untuk
menghidupkan fan/kipas pendingin. Fan bekerja untuk membuang panas atau
menurunkan suhu ruangan.
Jika suhu berada pada batas
normal, yaitu sekitar 4°C sampai 8°C, maka fan dan heater tidak aktif.
Artinya suhu ruang pengawetan sudah sesuai.
Fungsi Komponen Utama
·
LM35
membaca suhu ruang pengawetan.
·
Op-amp
memperkuat tegangan sensor suhu.
·
ADC0804
mengubah sinyal analog menjadi data digital.
·
74LS85
membandingkan suhu dengan batas minimum dan maksimum.
·
BC547
bekerja sebagai saklar penguat arus untuk relay.
·
Relay
menghubungkan fan atau heater ke sumber tegangan 12 V.
·
Dioda
melindungi transistor dari tegangan balik kumparan relay.
Video penjelasan:
a.
Download
File Rangkaian :
b. Download Datasheet Resistor : [Klik disini]
c.
Download
Datasheet Transistor BC547 : [Klikdisini]
d.
Download
Datasheet Op Amp 741 : [Klik disini]
e.
Download
Datasheet Dioda 1N4007 : [Klik disini]
f.
Download
Datasheet Motor DC : [Klik disini]
g.
Download
Datasheet Relay : [Klik disini]
h.
Download
Datasheet LED : [Klik disini]
i.
Download
Datasheet Baterai : [Klik disini]
j.
Download
Datasheet Potensiometer : [Klik disini]
k.
Download
Datasheet Button : [Klik disini]
l. Download Datasheet Seven Segment : [Klik disini]
m. Download Datasheet XOR Gate : [Klik disini]
n.
Download
Datasheet AND Gate : [Klik disini]
o.
Download
Datasheet NOT Gate : [Klik disini]
p.
Download
Datasheet Kapasitor : [Klik disini]
q.
Download
Datasheet IC 74LS47 : [Klik disini]
r. Download Datasheet Infrared Sensor : [Klik disini]
s. Download Library Infrared Sensor : [Klik disini]

Komentar
Posting Komentar